Pagi itu, Senin 16 Februari 2026, suasana di Sekolah Pioneer terasa berbeda dari biasanya. Langit masih lembut dengan cahaya pagi, namun halaman sekolah sudah dipenuhi wajah-wajah ceria para siswa. Hari itu bukan sekadar hari sekolah biasa — hari itu adalah hari dimulainya perjalanan menyambut Ramadhan melalui kegiatan Tarhib Ramadhan.
Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa datang dengan semangat. Mereka menyapa guru dan teman-teman mereka dengan hangat. Mereka berkumpul di kelas masing-masing sebelum bersama-sama menuju pendopo untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Dalam keheningan doa yang dipanjatkan, terselip harapan agar Ramadhan yang akan datang membawa keberkahan bagi semua.
Usai sholat, suasana berubah menjadi hangat dan penuh perhatian saat sambutan disampaikan. Kata-kata yang mengalir bukan sekadar pembukaan acara, tetapi pengingat bahwa Ramadhan adalah momen untuk memperbaiki diri dan memperluas kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan pun berlanjut dengan kajian Islami. Siswa kelas 4, 5, dan 6 mengikuti kajian di pendopo, sementara adik-adik dari kelas 1, 2, dan 3 berkumpul di ruang kelas. Melalui cerita, nasihat, dan pesan penuh makna, para siswa diajak memahami bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menumbuhkan kebaikan dalam hati.
Setelah mendapatkan arahan teknis, tibalah momen yang paling dinanti — kegiatan berbagi. Dengan membawa paket sembako di tangan mereka, para siswa berjalan menyusuri lingkungan sekitar sekolah. Langkah kecil mereka hari itu membawa makna besar.
Senyum warga yang menerima bantuan menjadi balasan yang tak ternilai. Di sana, para siswa belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari menerima, tetapi justru dari memberi.
Menjelang siang, kegiatan pun berakhir. Para siswa kembali ke sekolah dengan pengalaman baru di hati mereka. Hari itu, mereka tidak hanya belajar tentang Ramadhan — mereka merasakannya.
Tarhib Ramadhan di Sekolah Pioneer bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi sebuah perjalanan kecil yang mengajarkan bahwa menjadi pelopor kebaikan bisa dimulai dari langkah sederhana: peduli, berbagi, dan menebarkan manfaat.
Dan dari langkah kecil itulah, keberkahan Ramadhan mulai dijemput.
Marhaban yaa Syahro Ramadhan..
Marhaban yaa Syahro Shiami..
